Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Budidaya Kelapa Sawit di Lahan Gambut Agar Hasilnya Maksimal

SeputarSawit - Perkebunan kelapa sawit belakangan ini semakin meluas. Ini berbanding terbalik dengan keberadaan lahan-lahan subur yang bisa dimanfaatkan untuk budidaya tanaman kelapa sawit yang bagus semakin terbatas.

Saat ini, penggunaan lahan lahan marjinal sudah mulai dilakukan dengan berbagai macam cara.
Salah satu lahan yang sekarang banyak dimanfaatkan adalah lahan gambut yang dulu tidak pernah atau bisa dikatakan tidak bisa digunakan untuk budidaya tanaman perkebunan karena kondisi tanahnya yang memang tidak mempunyai nutrisi yang cukup untuk tanaman berkembang.

Mendengar kata lanah tanah gambut pasti yang dipikiran kita adalah tanah yang mempunyai kandungan organik yang sangat tinggi namun ber-pH masam sehingga sulit bagi tanaman untuk tumbuh karena tidak bisa menyerap unsur kandungan organik yang ada di dalam tanah. Jadi seolah olah tanah gambut ini adalah jenis tanah yang sangat tidak cocok untuk di tanami tanaman apapun.

Apakah anda ingin meningkatkan hasil pertanian kelapa sawit dilahan gambut?

Dengan menggunakan metode yang tepat dan dengan melihat kandungan organik yang sangat melimpah di dalam lahan gambut ini, seharusnya kita harus yakin bahwa tanah gambut menyimpan potensi yang besar untuk dunia pertanian asal dikelola dengan benar.

Cara Budidaya Kelapa Sawit di Lahan Gambut Agar Hasilnya Maksimal

SALAH SATU KUNCI SUKSES PENGELOLAAN LAHAN GAMBUT UNTUK TANAMAN KELAPA SAWIT ADALAH DENGAN INTENSIFIKASI BUDIDAYANYA.

Berikut ini kami berikan kunci sukses dalam budidaya tanaman kelapa sawit dilahan gambut.

Kandungan unsur Mg dan Ca dalam lahan gambut pada umumnya sangat tinggi dibandingkan dengan kandungan unsur K. Hal ini akan mempengaruhi rendahnya serapan unsur K oleh tanaman karena antagonisme hara tersebut dengan Mg dan Ca. Unsur hara N umumnya juga sangat tinggi, namum karena ratio C/N tinggi sehingga ketersediaannya menjadi rendah.

Pemupukan dengan  takaran yang tepat dapat mengatasi masalah kekurangan unsur hara dan mengurangi tingkat kemasaman lahan gambut tersebut. Unsur hara yang wajib ditambahkan dalam budidaya lahan gambut adalah pupuk dengan kandungan N,P,K serta sejumlah unsur hara mikro terutama Cu,Zn.Fe, B.

Permasalahan Umum Pada Budidaya Sawit di Lahan Gambut

Pada pengelolaan tanah gambut untuk usaha perkebunan sawit, yang harus diperhatikan pertama kali adalah dinamika sifat-sifat fisika dan kimia pada tanah gambut tersebut.

Sifat sifat tersebut antara lain:

  1. Sifat kemasaman tanah yang berkaitan dengan pengendalian asam­-asam organik yang beracun bagi tanaman 
  2. Kesuburan tanah yang berkaitan dengan ketersediaan unsur hara makro dan mikro yang dibutuhkan tanaman 
  3. Mudah terbakarnya lahan gambut jika tidak dikelola dengan benar 
  4. Pengaturan pengairan yang baik dan benar pada lahan gambut sesuai kebutuhan tanaman

Pengelolaan Kesuburan Lahan Gambut

Lahan gambut di Indonesia umumnya mempunyai tingkat kemasaman tanah atau PH yang rendah, yaitu antara 3,0 – 5,0
Hasil analisa tingkat PH di lahan gambut berbagai wilayah di  Kalimantan, Sumatera dan Papua menunjukkan bahwa kebanyakan lahan gambut disana mempunyai tingkat kemasaman cukup ekstrim (pH 3,5 atau kurang) bahkan ada yang sampai sangat masam sekali (pH 3,6 – 4,5).

Dalam usaha untuk membantu para petani dalam meningkatkan hasil produksi kelapa sawit, Ekstensifikasi merupakan salah satu metode yang paling sering digunakan, tetapi dalam proses dilapangan memerlukan lahan yang lebih luas. Demikian juga tenaga kerja yang dibutuhkan juga lebih banyak. 

Dari berbagai kendala yang ditemui dalam ekstensifikasi budidaya tanaman kelapa sawit tersebut, maka metode Intensifikasi menjadi salah satu pilihan yang wajib dalam peningkatan produksi sawit.

Teknologi PIKAT NASA (Pengelolaan Intensif Kesuburan Alami Terpadu NASA) dari PT Natural Nusantara hadir untuk memenuhi kebutuhan budidaya kelap sawit organik dalam proses intensifikasi produksi pada kelapa sawit khususnya dilahan lahan marjinal seperti lahan gambut, mineral dan lahan ekstrem lainnya.
Teknologi dari PT. NASA ini sudah terbukti mampu memenuhi semua kebutuhan tanaman secara terpadu dan lengkap yaitu dengan memenuhi semua unsur hara makro dan mikro yang dibutuhkan tanaman, menyediakan hormon dan enzim untuk pertumbuhan, asam-asam organik bagi pertumbuhan tanaman beserta beberapa jenis mikroorganisme baik yang bermanfaat bagi tanaman.

Teknologi PIKAT NASA (Pengelolaan Intensif Kesuburan Alami Terpadu NASA) dari PT Natural Nusantara hadir untuk memenuhi kebutuhan budidaya kelap sawit organik dalam proses intensifikasi produksi pada kelapa sawit khususnya dilahan lahan marjinal seperti lahan gambut, mineral dan lahan ekstrem lainnya.

Teknologi ini sangat membantu para para petani kelapa sawit untuk melakukan teknis budidaya secara organik sehingga diperoleh kestabilan produksi sawit sekaligus juga menjaga kelestarian lingkungan sekitarnya.

Teknologi PIKAT NASA ini telah teruji:

  1. Multi Komoditi - Telah digunakan di semua jenis tanaman budidaya seperti tanaman pangan, hortikultura, , kehutanan, perkebunan termasuk juga dalam budidaya tanaman kelapa sawit 
  2. Multi Lokasi - Telah digunakan di berbagai kondisi lahan eperti dataran rendah, dataran tinggi, lahan basah / lahan kering, lahan normal atau lahan kritis serta sudah diuji cobakan di berbagai wilayah dengan berbagai jenis kondisi tanah di Indonesia 
  3. Multi Waktu - Telah digunakan sejak tahun 1996. Sehingga kualitasnya sudah teruji sampai sekarang.

Manfaat Teknologi PIKAT NASA pada Kelapa Sawit

  • Mempercepat pertumbuhan kelapa sawit 
  • Meningkatkan hasil panen kelapa sawit. Peningkatan hasil panen ini meliputi peningkatan bobot / berat panen 
  • Waktu panen yang lebih awal dan masa panen puncak menjadi lebih lama 
  • Usia produksi tanaman menjadi lebih lama 
  • Meningkatkan kualitas hasil panen 
  • Meningkatkan daya tahan tanaman terhadap penyakit 
  • Bermanfaat untuk mengembalikan kesuburan tanah dengan cara memperbaiki kualitas tanah yang rusak 
  • Mengurangi penggunaan pupuk kimia sehingga lebih hemat pengeluaran untuk pemupukan

Salah satu manfaat penting dari penggunakan Teknologi PIKAT NASA ini adalah dengan memberikan keuntungan secara ekonomi.
Anda bisa memilih sesuai kondisi keuangan atau kita sebut sebagai Alternatif A, B atau C.

Perbandingan biaya pemupukan sebelum dan sesudah menggunakan Teknologi PIKAT NASA.

Anda bisa memilih biaya yang akan dikeluarkan untuk pemupukan

  1. Biaya Lebih Rendah ⇒ Hasil Panen Sama dengan sebelum menggunakan Teknologi PIKAT NASA 
  2. Biaya Sama ⇒ Hasil Panen Lebih Tinggi dengan Sebelum menggunakan Teknologi PIKAT NASA 
  3. Biaya Lebih Tinggi    ⇒ Hasil Panen Akan Lebih Naik Maksimal


Salah satu hasil penerapan Teknologi PIKAT NASA dilahan gambut bisa anda lihat dalam tayangan berikut ini. Saksikan sampai habis supaya anda bisa memahami bagaimana proses perbaikan lahan terjadi sehingga hasil panen bisa meningkat bahkan bisa mengalahkan hasil panen dari lahan yang normal.

 

Dalam video diatas, penggunaan pupuk organik yang seimbang ternyata bisa menghasilkan hasil panen yang melimpah walaupun kondisi tanah yang kurang bagus. Dengan pemupukan yang seimbang menggunakan Pupuk Organik Granule Organindo dan PWR Nutrition bisa menghasilkan panen sebesar 1 sampai 1.5 ton per hektar per bulan. Suatu hasil yang luar biasa jika melihat kondisi lahan yang marjinal seperti ini.

Untuk anda yang mau meningkatkan hasil panen kelapa sawit seperti diatas, silahkan hubungi kami melalui kontak dibawah ini.

Pesan Sekarang